Asosiasi Ahli Forensik Indonesia (AAFI) Cabang Pacitan baru-baru ini menyelenggarakan workshop Forensik Kimia tingkat lanjut yang secara khusus ditujukan bagi para penyidik dan petugas lapangan. Acara ini merupakan langkah proaktif dalam upaya memperkuat kualitas dan validitas bukti yang dikumpulkan dari kasus-kasus narkotika yang semakin kompleks di wilayah tersebut. Tujuan utama dari workshop ini adalah untuk memastikan bahwa penanganan, pengujian, dan interpretasi bukti kimia—terutama zat-zat terlarang—dilakukan sesuai dengan standar ilmiah tertinggi, sehingga hasil penyidikan memiliki kekuatan hukum yang kuat.

Workshop intensif ini mencakup materi-materi krusial, mulai dari teknik identifikasi narkotika baru (New Psychoactive Substances/NPS), metode analisis kuantitatif dan kualitatif di laboratorium, hingga prosedur pengamanan bukti di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dr. Aisyah Putri, Ketua AAFI Cabang Pacitan, menjelaskan bahwa penyidik harus memahami dasar-dasar kimia forensik. "Dengan pengetahuan ini, penyidik dapat mengamankan bukti dengan benar, menghindari kontaminasi silang, dan berkoordinasi efektif dengan ahli kimia di lab. Pemahaman yang mendalam ini sangat penting untuk memastikan rantai kustodi dan integritas bukti kimia tetap terjaga," ujarnya.

Salah satu sesi yang paling ditekankan adalah mengenai interpretasi laporan hasil uji laboratorium. Para peserta diajarkan cara membaca dan memahami data kromatografi dan spektrometri yang rumit, serta bagaimana menyajikan temuan forensik kimia tersebut dalam bentuk yang jelas dan meyakinkan di hadapan hakim. Kerjasama erat antara penyidik dan ahli forensik kimia diharapkan dapat memangkas waktu proses penanganan kasus dan secara signifikan meningkatkan tingkat keberhasilan penuntutan. Di era di mana jenis narkotika terus berevolusi, peningkatan kompetensi penyidik dalam aspek kimia forensik adalah investasi kritis.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh AAFI Pacitan ini menunjukkan komitmen serius dalam memerangi peredaran narkotika melalui jalur ilmiah. Dengan membekali aparat penegak hukum di Pacitan dengan pengetahuan forensik kimia tingkat lanjut, diharapkan penanganan kasus narkotika di daerah tersebut menjadi lebih efisien, akurat, dan berbasis bukti yang kuat. Langkah ini merupakan kontribusi nyata AAFI dalam mendukung proses peradilan yang adil dan menjamin bahwa pelaku kejahatan narkotika dapat dihukum berdasarkan bukti ilmiah yang tak terbantahkan.